Showing posts with label IPS. Show all posts
Showing posts with label IPS. Show all posts

Wednesday, April 18, 2018

Letak dan Luas Indonesia

Pemahaman Lokasi Melalui Peta

Lokasi suatu tempat dapat dilihat pada sebuah peta. Peta adalah gambaran permukaan bumi pada  suatu bidang datar dan diperkecil dengan menggunakan skala. Pada peta terdapat  sejumlah informasi yang menyertainya. Kalian harus mampu membaca peta agar dapat memperoleh berbagai informasi yang dibutuhkan. Bagaimanakah memperoleh informasi pada sebuah peta? Untuk menjawab pertanyaan tersebut perhatikanlah peta berikut ini. 
Sebuah peta terdiri atas beberapa komponen penyusunannya. Komponen penyusunannya terdiri atas judul peta, skala peta, orientasi utara, simbol peta, garis astronomis, inset, legenda, dan sumber peta.

a. Judul Peta
Judul peta menunjukkan isi suatu peta. Sebagai contoh, judul sebuah
peta, “peta penggunaan lahan di Indonesia”, maka isi dari peta tersebut
adalah sebaran penggunaan lahan yang ada di Indonesia berupa
permukiman, hutan, perkebunan, dan lain-lain.

b. Skala Peta
Skala peta menunjukkan perbandingan antara jarak di peta dengan
jarak sesungguhnya di lapangan. Contoh, skala sebuah peta adalah 1 :
1.000.000, berarti objek yang jaraknya 1 cm di peta berbanding dengan
1.000.000 cm atau 1 km di lapangan. Skala peta dapat dibedakan
menjadi skala angka dan skala garis atau grafis.

1). Skala Angka
Skala angka berwujud perbandingan angka, misalnya 1:10.000.
Jika tidak disebutkan satuannya di belakang angka tersebut berarti
satuan yang digunakan adalah cm, sehingga skala angka tersebut

dibaca 1 cm di peta sama dengan 10.000 cm di lapangan.

2). Skala Garis atau Grafis
Skala grafis adalah skala peta yang berbentuk garis dengan ukuran
tertentu. Skala grafis biasanya ada dalam kolom legenda.
Jika contoh skala grafis tersebut dibuat skala angkanya, maka skalanya adalah 1 : 500.000 karena 1 cm di peta berbanding 5 km di lapangan. Satuan dalam kilometer diubah menjadi sentimeter,
sehingga 5 km jika diubah ke dalam cm menjadi 500.000 cm. Karena itu, skala peta menjadi 1 : 500.000

c. Orientasi Utara
Biasanya sebuah peta memiliki orientasi arah utara. Bentuk orientasi ditunjukkan oleh simbol berbentuk panah dengan bentuk yang bervariasi. Penempatannya pada kolom legenda atau pada bagian yang kosong di muka peta.
d. Simbol Peta
Simbol peta adalah tanda khusus pada peta yang mewakili objek yang dipetakan. Tujuan simbol peta adalah untuk memudahkan pengguna peta dalam membaca dan memahami isi peta. Berdasarkan bentuknya, 

Tuesday, April 17, 2018

Pengertian Ruang dan Interaksi Antarruang

Setiap makhluk hidup di bumi ini memerlukan ruang untuk melangsungkan kehidupannya. Tanpa adanya ruang, makan manusia dan semua makhluk hidup lainya tidak memiliki tempat untuk hidup. Ruang adalah temoat di permukaan bumi, baik secara keseluruhan maupun hanya sebagian yang digunakan oleh makhluk hidup untuk tinggal. Ruang tidak hanya sebatas udara yang bersentuhan dengan permukaan bumi, tetap juga lapisan atmosfer terbawah yang memngaruhi permukaap n bumi. Ruang juga mencakup perairan yang ada di permukaan bumi (laut,sungai dan danau) dan dibawah permukaan bumi (air tanah) sampai kedalaman tertenty. Ruang juga mencakup lapisan tanah dan batuan sampai pada lapisan tertentu yang menjadi sumber daya bagi kehidupann. Be atau makhrbagai organismeluk hidup juga merupakan bagian dari ruang. Dengan demikian, batas ruang dapat di artikan sebagai tempat dan unsur unsur lainya yang mempengaruhi kehidupan permukaan bumi
  Setiap ruang di permukaan bumi memiliki ciri khas tertentu yang berbeda antara suatu wilayah dan wilayah lainya, Tidak ada satu pun lokasi pun yang karakteristiknya sama persis antara satu dan lainya. Karakteristik inilah yang kemudian menciptakan keterkaitan antar ruang di permukaan bumi. Indonesia sebagai suatu wilayah di permukaan bumi juga memiliki karekteristik tersendiri yang berbeda dengan wilayah lainya. Dengan adanya perbedaan karakteristik ruang di permukaan bumi, maka setiap ruang dapat memiliki kerkaitan dengan ruang lainya

  Berbagai ruang di permukaan bumi memiliki karakteristik yang khas. Karakteristik tersebut dapat berupa tanah,batuan,tumbuhan, dan lain-lain yang berbeda dengan tempat lainya. Mungkin saja ada satu atau beberapa komponen dari suatu ruang yang juga ditemukan di tempat lainya, tetapi akan ada komponen lainya yang berbeda. Misalnya, jenis batuan di suatu tempat di temukan di tempat lainya tetapi jenis tumbuhanya berbeda.
  Perbedaan karakteristik ruang tersebut menyebabkan  adanya interaksi antarsatu ruang dengan yang lainya, karena setiap ruang membutuhkan ruang lainya untuk memnuhi kebutuhan hidup. Contohnya, wilayah pegunungan umumnya  merupan penghasil sayuran, sedangkan daerah pesisir menghasilkan iklan laut. Penduduk daerah pantai membutuhkan sayuran dari daerah pegunungan dan sebaliknya penduduk dari pegunungan membutuhkan ikan dari penduduk daerah pantai. Kedua wilayah kemudian saling berinteraksi melalui aktivitas perdagangan.
  Interaksi antarruang dapat berupa pergerakan orang, barang, informasu daru daerah asal menuju daerah tujuan. Menurut Bintarto(1978) interaksi merupakan suatu proses yang sifatnya timbal balik dan mempunyai pengaruh terhadap tingkah laki, baik melalui kontak langsung atau tidak langsng.Interaksi melalui kontak langsung terjjdi ketika seseorang datang ke tempat tujuan Interaksi tidak langsung terjadi melalu berbagai cara misalnya dengan membaca berita, melihat tayang di televisi dan lain-lain

  Interaksi dapat terjadi dalam bentuk perjalan menuju tempat kerja, migrasi, perjalan wisata, pemanfaatan fasilitas umum, pengiriman informasi atau modal, perdagangan internasional, dan lain lain.Interaksi dalam bentuk pergerakan manusia disebut mobilitas penduduk, interaksi melalui perpindahan  gagasan dan informasi tersebut disebut komunikasi, sedangkan interaksi melalui perpindahan barang atau energi disebut transportasi.Interaksi tersebut terjadi jika ongkos untuk melakukan interaksi anatar daerah asal dan tujuan lebih rendah dari keuntungan yang di peroleh. Contohnya, seorang yang tempat kerja karena penghasilanya mampu menutupi ongkos yang dikeluarkan.
  Ada beberapa kondisi saling bergantung yang diperlukan untuk terjadinya interaksi keruangan yaitu saling melengkapi (complementarity), kesempatan antara (intervening opportunity) dan keadaan dapat diserahkan/dipindahkan (transferability)


  1. Saling Melengkapi (complementarity atau regional Complementary )
 Kondisi saling melengkapi terjadi jika ada wilayah wilayah yang berbeda komoditas yang di hasilkan.Misalnya, wilayah A merupakan penghasil sayuran, sedangkan wilayah B merupakan penghasil ikan. Wilayah A membutuhkan ikan, sedangkan wilayah B menbutuhkan sayuran. Jika masing-masing memiliki kelebihan (surplus), maka wilayah A melakukan interaksi dengan wilayah B melalui aktifitas perdagangan atau jual beli.

   
   2. Kesempatan Antara (Intervening Opportunity)
Kesempatan antara merupakan suatu lokasi yang menawarkan alternatif lebih baik sebagai tempat asal maupun tempat tujuan. Jika seseorang akan membeli suatu produk, maka ia akan memperhatikan faktor jarak dan biaya untuk memperoleh produk tersebut. Contohnya, Wilayah A biasanya membeli ikan ke wilayah B, namun kemudian diketahui ada wilayah C yang juga penghasil ikan. Karena Wilayah C jaraknya lebih dekat dan ongkos transportasinya lebih murah, para pembeli ikan dari wilayah A akan beralih membeli ikan ke wilayah C. Akibatnya, interaksi antara wilayah A dengan B melemah.
   
     3.Kemudahan Transfer (Transfer Ability)
Pengangkutan barang atau juga orang memerlukan biaya. Biaya untuk terjadinya interaksi tersebut harus lebih rendah dibandingkan dengan keuntungan yang diperoleh. Jika biaya tersebut terlalu tinggi dibandingkan dengan keuntungannya, maka interaksi antar ruang tidak akan terjadi. Kemudahan transfer dan biaya yang diperlukan juga sangat tergantung pada ketersediaan infrastruktur (sarana dan prasarana) yang menghubungkan daerah asal dan tujuan. Jalan yang rusak dan sulit untuk dicapai akan mengurangi kemungkinan terjadinya interaksi karena biaya untuk mencapainya juga akan lebih mahal. Sebagai contoh, seseorang akan menjual sayuran dari wilayah A ke wilayah B, namun jalan menuju wilayah B mengalami kerusakan, sehingga tidak bisa dilalui. Akibatnya, orang tersebut tidak jadi menjual sayuran ke wilayah B.